CX- DESIGNER DAN CX-PROGRAMMER

TUJUAN

  1. Mengetahui apa itu CX-Designer dan CX-Programmer
  2. Mengetahui cara menggunakan CX-Designer dan CX-Programmer

DASAR TEORI

PLC merupakan sebuah alat untuk mengendalikan suatu kontroller yang digunakan untuk mengendalikan suatu sistem yang lumayan besar. perbedaan antara mikrokontroller dengan PLC adalah dalam hal jumlah daya yang dikeluarkan, kecepatan pemrosesan data, dan kemampuan untuk mengatur sebuah sistem yang dikendalikan. Untuk dapat membuat PLC mengerjakan fungsi yang diinginkan maka PLC perlu diberi perintah terlebih dahulu.

Untuk memberikan perintah ke PLC, kita tidak bisa melakukan hal yang sama seperti memberikan perintah ke mikrokontroller. Jika dalam mikrokontroller kita memberikan perintah dengan cara memasukan (mengupload) data dalam bentuk suatu kode pemrograman dalam bahasa pemrograman tertentu, maka PLC memiliki cara yang berbeda untuk memberikan atau memasukan perintah ke PLC. PLC akan melakukan suatu fungsi yang diinginkan jika kita memasukan perintah berupa ladder diagram. Ladder diagram merupakan suatu bentuk pemrograman untuk PLC yang berisi tentang perintah yang harus dijalankan PLC. Untuk dapat memasukan Ladder diagram ke PLC maka perlu adanya perantara yang dapat mengubah data dari ladder diagram untuk dimasukkan ke memori PLC untuk dijalankan. Aplikasi yang dapat menjadi perantara tersebut adalah CX-Programmer.

CX-Programmer merupakan suatu aplikasi untuk membuat ladder diagram dan juga memuat fungsi-fungsi lainnya yang berkaitan tentang PLC seperti menghubungkan PLC dengan komputer, simulasi ladder diagram, dan dapat membuat ladder diagram yang nantinya diupload ke PLC. Agar fungsi dari ladder diagram itu bisa dikendalikan maka perlu suatu interface yang dapat digunakan untuk mengendalikan fungsi dari ladder diagram yang telah dibuat. Untuk itu diperlukanlah CX-Designer.

CX-Designer adalah aplikasi yang digunakan untuk membuat interface yang terhubung dengan CX-Programmer untuk dapat mengendalikan fungsi yang terdapat dalam ladder diagram yang telah dibuat. Selain itu CX-Designer juga dapat mensimulasi hasil yang telah dibuat dan terhubung dengan CX-Programmer sebagai sumber data yang terkait fungsi dalam ladder diagram.

DATA HASIL

  • CX-Programmer
Aplikasi CX-Programmer
Panel Konfigurasi Input/ Output (1)
Panel Konfigurasi Input/Output (2)
Panel Konfigurasi Input/Output (3)
  • CX-Designer
Aplikasi
Panel Konfigurasi Button
Panel Konfigurasi Lamp
Test Design

HASIL

Dari praktikum kali ini kita mencoba untuk membuat sebuah fungsi dari ladder diagram dengan menggunakan CX-Programmer untuk menyalakan beberapa buah output dengan menggunakan input beberapa buah input yang saling berhubungan satu sama lain untuk mendapatkan hasil tertentu. Dalam ladder diagram ini menggunakan input/output yang berbeda. Jika biasanya tipe area Input/Output itu merupakan Common I/O Area (Gambar 2&3), maka terdapat area baru yaitu work area yang berguna sebagai bit kerja (Gambar 4). Setelah membuat ladder diagram yang dibutuhkan, maka perlu ada interface untuk dapat mengendalikan fungsi input dari ladder diagram itu.

CX-Programmer merupakan aplikasi yang digunakan untuk membuat interface yang akan mengendalikan input dari ladder diagram yang terdapat di CX-Programmer. Untuk menkonfigurasi tombol input untuk dapat terhubung ke ladder diagram, maka terdapat panel konfigurasi untuk menkonfigurasi alamat button yang terhubung ke ladder diagram (Gambar 6). Selain itu kita juga dapat menkonfigurasi output yang ada dengan lamp (Gambar 7). Terdapat panel konfigurasi untuk menghubungkan alamat lamp dengan output Ladder diagram.

Setelah button dan lamp selesai dibuat dan dikonfigurasi, langkah selanjutnya adalah melakukan test. Contoh dari panel test terdapat pada gambar 8. Jika komputer sudah terhubung dengan PLC maka kita bisa melakukan test dengan menggunakan PLC dengan memilih pilihan connect to PLC. Namun jika kita tidak terhubung dengan PLC, maka kita bisa melakukan simulasi dengan pilihan connect to CX-Programmer.

KESIMPULAN

Praktikum kali ini merupakan kegiatan untuk mencoba menggunakan aplikasi CX-Programmer dan CX-Designer yang digunakan untuk memberikan perintah ke PLC. Pada CX-Programmer kita dapat membuat ladder diagram dan menkonfigurasi alamat setiap input outputnya. Lalu CX-Designer merupakan aplikasi yang digunakan untuk membuat interface yang akan mengendalikan setiap input dan menampilkan output pada ladder diagram. Setelah semua telah dibuat maka kita dapat melakukan simulasi dengan PLC maupun hanya dengan komputer saja.

REFERENSI

IEBHE (3 Oktober 2009). Apa itu PLC dan Apa Fungsinya. Dikutip 1 September 2019 dari ndoware :https://ndoware.com/apa-itu-plc.html
Wicaksono, Handy (2009). Programmable Logic Control Teori, Pemrograman, dan Aplikasinya dalam sistem otomasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
http://www.mouser.com/ds/2/307/-532345.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *